Sunday, August 7, 2011

TESTIMONY





Sedikit testimony dari pengguna jasa kami yang diambil dari lapak kami di kaskus.
Klik untuk mengunjungi lapak kami.









Thursday, August 4, 2011

Pesona Keindahan Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi terletak di Desa Sijuk Kecamatan Sijuk kira-kira 31 km dari pusat kota Tanjungpandan Kabupaten Balitung. Untuk menuju pantai Tanjung Tinggi ini sangatlah mudah. Jika anda berangkat dari kota tanjungpandan anda bisa menggunakan mobil dan motor rental,atau jasa travel.

Tanjung tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung. Pantai ini berpasir putih, dan unik karena terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah. Anda bisa naik, berjalan dan melompat diantara granit untuk menikmati pemandangan eksklusif dari setiap sudut anda berdiri. Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk gua, yang dapat digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu bertumpuk satu sama lain membentuk obyek yang menarik sebagaimana secara jelas anda bisa lihat dari foto-fotonya. Batu-batu tersebut terletak diatas pasir putih. Sebagaimana anda lihat dari foto, anda bisa berjalan diatas pasir putih diantara batu dan air laut yang jernih. Pasir putih ada dimana-mana sepanjang pantai.
Anak-anak akan sangat suka bermain disana. Karena ombak tidak besar, air lautnya jernih dengan permukaan bawah laut yang berpasir, anak-anak akan sangat suka bermain di pantai. Anda tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar. Tanjung tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi.

Ada paling tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Ini adalah tempat untuk anda beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang. Menu utama adalah makanan laut. Hanya saja, jangan berharap anda mendapatkan pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa yang membuka restoran sederhana. Jangan khawatir, masyarakat di sana selalu ramah pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia.

Keistimewaan

Keistimewaan dari pantai ini, beraneka ragam ukurannya, dari yang hanya beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik. Anda dapat mencoba naik ke atas batu-batu karang ini, berpindah dari satu batu ke batu yang lain, untuk mendapatkan pemandangan yang berbeda-beda dari tiap sudut tempat anda zerdiri. Bentuk batu-batu besar ini pun tak kalah unik, sebagian di antaranya ada yang berbentuk goa yang dapat digunakan untuk berteduh jika hujan tiba. di atas batu- batu karang yang besar, pengunjung dapat duduk berteduh jika hujan tiba. Di atas batu-batu karang yang besar, pengunjung dapat duduk-duduk santai, sambil menunggu matahari terbenam. Saat matahari mulai terbenam pantai tanjung tinggi akan memancarkan pesona kecantikaannya yang luar biasa. selain dapat menikmati pemandangan pengunjung juga dapat melakukan beragam permainan air di pantai ini.
Pengunjung dapat memancing, bermain jet ski, dan menyelam. pengujung yang mencoba menyelam di pantai ini akan menemukan terumbu karang dengan beragam bentuk dan warnanya. di sela-sela terumbu karang, pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan unik, yang menjadikan terumbu karang ini sebagai rumahnya. Lelah bermain di pantai dan merasa lapar pengunjung juga dapat menyambangi warung-warung makan di pinggir pantai. disini pengujung dapat menikmati beragam makanan laut, hasil olahan penduduk sekitar pantai Tanjung Tinggi.salahsatu makanan khas belitung yang dapat dinikmati adalah gangan. Gangan merupakan sejenis sayur berwarna kuning (karena menggunakan kunyit sebagai bumbu utama), yang dimasak bersama kepala ikan.

Fakta Pantai Tanjung Tinggi

Dengan keindahan pantai yang memiliki khas tersendiri sehingga membuat pantai tanjung tinggi banyak dikenal oleh para wisatawan luar daerah maupun luar negeri. Pantai Tanjung Tinggi ini pernah dijadikan lokasi shuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, jadi tak jarang para wisatawan luar menyebut pantai tanjung tinggi ini dengan sebutan pantai Laskar Pelangi.

Lokasi dan Akses


Pantai Tanjung Tinggi terletak di Desa Sijuk Kecamatan Sijuk kira-kira 31 km dari pusat kota Tanjungpandan Kabupaten Balitung.


Untuk menuju pantai Tanjung Tinggi ini sangatlah mudah. Jika anda berangkat dari kota tanjungpandan anda bisa menggunakan mobil dan motor rental,atau jasa travel.

Akomodasi berkisar:
-Sewa Motor Rp.100.000-Rp.120.00
0
-Sewa Mobil Rp.250.000-Rp.500.00
0
-Travel Tergantung biaya yang dibebankan oleh pemilik travel
.

Fasilitas lain di Pantai Tanjung Tinggi ini lumayan memadai.Karena tidak jauh dari lokasi pantai terdapat hotel bagi anda yang ingin menginap. Selain itu disana juga terdapat warung-warung yang menyediakan berbagai macam makanan seafood.

Saran saya, setelah anda check-in di hotel, pergilah ke Tanjung Tinggi. Dengan cara ini, anda bisa menikmati keindahan pantai dalam cuaca yang cerah, untuk menghindari kemungkinan hujan di waktu sore.

Jika anda tiba di sana, mampir saja di salah satu restoran seafood di sana. Menu di tiap restoran sama, saran saya pilih tempat yang banyak pengunjungnya karena biasanya masakannya lebih enak, jika anda ingin bersantap siang di sana. Kalau tidak minum kelapa muda juga sangat mengasyikkan. Restoran biasanya menyediakan fasilitas sederhana untuk mandi dan membersihkan badan dari air asin setelah berenang di pantai.

Percayalah, begitu anda tiba di sana, anda tidak akan sabar untuk berlari ke pantai dan merasakan halusnya pasir putih dengan ombak yang menyapu pantai dengan lembut. Anda akan berjalan-jalan sepanjang pantai, dan karena penasaran, anda akan menuju batu-batu granit dan memulai petualang dengan melompat diantara bebatuan granit, atau berjalan diantara batu-batu yang besar. Semakin anda mengitari sudut-sudut pantai, semakin bisa melihat keindahan panorama pantai ini. Total panjang pantai kira-kira 1.2km, tapi anda bisa berjalan lebih jauh lagi karena sepanjang pantai pasir tetap putih.

Keindahan Bawah Laut

Jika kita baru melihat kondisi underwater di Pantai Tanjung Tinggi, kita akan disambut oleh ratusan hingga ribuan ikan Atherinomorus sp. yang berkelompok membentuk formasi yang artistik (schooling). Setelah itu kita akan menjumpai lapisan lamun yang didominasi oleh jenis Cymadocea, ditemukan pula jenis Thalassia dan jenis lamun Halophilla namun jumlahnya sangat sedikit. Selanjutnya kita akan melihat lapisan makroalga yang didominasi oleh Padina dan Sargasum. Kadang dijumpai pula jenis makroalga Tubinaria tapi jumlahnya sangat sedikit. Semakin kearah tengah dan perairan lebih dalam, kita baru menjumpai karang massif kemudian baru diikuti oleh jenis terumbu karang lainnya.

Sayangnya, ketika melihat karang di kawasan pantai ini, kita akan langsung mengerti bahwa sebenarnya terumbu karang di pantai ini kondisinya tidak sehat..
Hal ini karena karang tersebut terbuka atau kering saat air laut surut rendah. Ini dapat dilihat pada lapisan karang bagian paling dekat dengan permukaan tampak mati dan kemudian tertutup oleh makroalga dan mikroalga. Kecuali pada bagian yang lebih dalam, kondisi karangnya lebih baik dan beragam. Namun, lapisan terumbu karang dipantai ini tidak panjang dan luas sehingga karang yang terlihat hanya sedikit. Tampak terdapat karang Acropora branching, karang Acropora tumbulate, foliose, mushroom dan karang massif. Selain itu ditemui pula jenis akar bahar dan softcoral namun jumlahnya sangat sedikit.

Sumber : kaskus.us

Eksotisme Taman Wisata Perairan Pulau Kapoposang


Pulau Kapoposang merupakan obyek wisata bahari yang cukup terkenal. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga dapat menyelam, snorkeling, dan memancing. Lokasi memancing di sekitar Pulau Kapoposang adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Datanglah dan nikmati liburan di Pulau Kapoposang.

Pulau Kapoposang adalah satu dari ratusan pulau kecil di jajaran spermonde Selat Makassar. Pulau ini terletak di Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Jarak dari Kota Makassar sekitar 68 kilometer (42 mil).

Secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luasan sebesar 50. 000 hektar dan memiliki panjang batas 103 km. Posisi geografis kawasan ini berada di 118o 54’ 00 BT – 119o 10’ 00’’ BT dan 04o37’00’’ LS – 04o 52’ 00’’ LS. Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang terdiri atas tiga pulau berpenghuni yaitu Pulau Kapoposang, Pulau Papandangan, dan Pulau Gondong Bali. Selain itu juga memiliki tiga pulau kecil berpasir putih yang tidak berpenghuni yaitu Pulau Suranti, Pulau Pamanggangang, dan Pulau Tambakhulu.

Topografinya yang sangat mendukung untuk wisata bwah laut, menjadikan Pulau Kapoposang sebagai salah satu tempat diving terbaik di Sulsel. Fasilitasnya yang tersedia pun cukup lengkap, dimana pemerintah Kapuaten Pangkep telah membangun bungalow dengan tarif yang cukup terjangkau. Bagi penyelam profesional, Pulau Kapoposang adalah surga bawah laut, karena menyimpan berbagai eksotisme terumbu karang. Selain itu disekitarnya juga terdapat tiga pulau berpasir putih yang tidak berpenghuni, yaitu Pulau Suranti, Pulau Pamangganggang, dan Pulau Tambakhulu.


Bagi yang belum mengetahui Pulau Kapoposang, Pulau ini merupakan salah satu dari enam pulau yang masuk ke dalam Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang yang saat ini di bawah pengelolaan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang- Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebagai destinasi wisata bahari andalan di Provinsi Sulawesi Selatan, Pulau Kapoposang mempunyai potensi pesona bawah air yang sangat memanjakan mata para pengunjung dan siap untuk dieksplore di Pulau ini.

Disisi lain, beragam jenis karang, baik karang keras, karang lunak, ikan karang dan hewan-hewan invertebrata, juga banyak terdapat diperairan pulau ini. Dalam perkembangan atau kondisinya saat ini. Diakui oleh Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa, mengatakan memang pengelolaan Pulau Kapoposang belum memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan asli daerah (PAD) Pemkap Pangkep.

Setiap musim libur, pulau ini dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pulau Kapoposang memang sangat indah dan memiliki banyak keistimewaan sebagai obyek wisata bahari. Hijau karena berbagai macam pepohonan.

Aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan di Pulau Kapoposang antara lain menyelam, snorkeling, memancing, melihat habitat penyu, dan menyaksikan panorama sunset serta sunrise.

Tempat Favorit Menyelam dan Snorkeling

Menyelam dan snorkeling sangat menyenangkan karena terumbu karang di sekitar pulau ini cukup sehat dan indah. Lagipula, kondisi perairan yang jernih dan tidak tercemar. Berbagai jenis ikan berwarna-warni seperti menari ceria menyambut wisatawan.

Ada beberapa titik andalan bagi para penyelam yang ingin menikmati pesona bawah air Pulau Kapoposang antara lain Titik Penyelaman Gua (Cave Point), Titik Hiu (Shark Point), dan Titik Penyelaman Penyu (Turtle Point).

Dan beberapa tempat menyelam yang masing masing menawarkan keunikan. Shark Point dan Tanjung Point merupakan tempat favorit karena banyak ikan di sana. Ada juga Aquarium point yang menyerupai akuarium dengan wrasse (ikan laut kecil) bermain di antara koral lunak dan karang.


Lebih jauh ke selatan, terdapat atol besar di tengah laut yang disebut Takabakang. Tempat ini merupakan favorit pemancing dan spear fishing. Arus di sana cukup kuat sehingga disukai ikan ikan besar seperti gerombolan tuna, schooling grouper, giant trevally, dan cod.

Habitat penyu adalah keindahan di sisi yang lain. Pantai Pulau Kapoposang menjadi tempat hewan langka ini bertelur. Wisatawan dapat menyaksikan tingkah penyu tanpa boleh mengganggu mereka. Hewan ini dilindungi.

Sebagai salah satu pulau terindah di kawasan Spermonde, Pulau Kapoposang memang telah menjadi salah satu pulau primadona yang ada di Sulsel. Pulau ini, terbuka bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya. Syaratnya tidak sulit, hanya harus mematuhi peraturan yaitu tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Daerah Titik Penyu Sisik

Beberapa lokasi di Pulau Kapoposang teridentifikasi sebagai daerah tempat bertelur bagi Penyu Sisik, dari Bulan Desember-April merupakan musim bertelur bagi spesies ini. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada upaya-upaya penangkarang Penyu dari instansi terkait, penangkaran penyu di tempat ini sangat diperlukan untuk menyelamatkan penyu dari kepunahan. Mengingat spesies ini sangat rentan terhadap gangguan, baik itu dari manusia maupun dari predator.

Khusus mengenai titik penyu (turtle point) Pulau Kapoposang memiliki satu titik khusus yang merupakan habitat alami bagi Penyu Sisik (Erethmochelys imbricata). Penyu Sisik di Pulau Kapoposang sangat jinak karena jarang di ganggu oleh masyarakat sekitar, jika di tempat lain wisatawan hanya dapat melihat penyu di darat, maka di tempat ini anda dapat berenang, berfoto, bahkan anda dapat menyentuh langsung penyu sisik di dalam laut.

untuk bertemu dengan spesies unik ini, anda cukup melakukan penyelaman selama kurang lebih satu setangah jam di titik ini dan berenang sejauh kurang lebih 500 meter maka anda dapat menyaksikan puluhan penyu sisik berbagai ukuran berenang bebas di antara keindahan terumbu karang. Terkadang penyu sisik juga dapat ditemukan sedang beristirahat diantara gua-gua (cave) di dinding (wall) karang.

Fasilitas

Di pulau ini terdapat resor yang dikelola oleh PT Makassar Tirta Wisata. Resor ini dilengkapi restoran dan fasilitas olahraga. Wisatawan juga dapat menyewa kapal pesiar berbobot 20 ton untuk menyeruak lautan mengantarkan ke lokasi penyelaman dan pemancingan favorit.

Dan dipulau ini juga tersedia sebuah dive resort dan juga beberapa home stay yang dikelola masyarakat.

Fasilitas penyelaman biasanya di atur oleh dive operator yang berada di kota Makasar. Daya tarik utama penyelaman di Kapoposang adalah kondisi perairan yang jernih, dengan visibility yang baik dan titik-titik penyelaman berupa drop off dan daerah berarus yang banyak di huni oleh ikan-ikan pelagis seperti halnya tuna, hiu dan sesekali mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus yang melintas.

Hampir semua titik penyelaman menawarkan penyelaman dalam, walau ada pula penyelaman dangkal yang tidak kalah menariknya. Beberapa overhang bisa menjadi objek foto yang spektakuler. Semua titik penyelaman terletak disekitar pulau dengan waktu tempuh sekitar 5 – 30 menit dari tempat anda menginap.

Akses

Terdapat beberapa jalur menuju Pulau Kapoposang, yaitu dari Pelabuhan Paotere dan Dermaga POPSA di Makassar, Dermaga Kalibone di Kabupaten Maros, dan Dermaga Tonasa di Kabupaten Pangkep.

Perjalanan menggunakan kapal tradisional memakan waktu sekitar 6 jam dari Makassar, 7 jam dari Maros, dan 8 jam dari Pangkep. Namun jika wisatawan menggunaka sped boat dari Dermaga POPSA Makassar, perjalanan bisa ditempuh dalam waktu tiga jam saja.





Sumber: Kaskus.us

Saturday, July 30, 2011

MENEMBUS KABUT MALANG

Lama juga rasanya tak menapakkan kaki di jalur Jateng-Jatim, baik lewat jalur pantai utara maupun pantai selatan. Karena itu, saat saya dan rombongan tiba di Jatim dan harus melalui jalan tol Surabaya-Gempol yang begitu panjang, hati tetap bersemangat. Terlebih, jalur-jalur yang kami lalui telah tertata rapi. Dengan penataan maksimal, perkembangan sarana transportasi darat Jatim melesat semakin maju.
Kota-kota pesisir yang kami lalui lebih tertata dan itu semua mendorong perkembangan perekonomian warga jadi semakin pesat. Inilah kesempatan pertama saya kembali bernostalgia, setelah sekian belas tahun berlalu. Banyak hal yang telah berubah. Itulah Jatim dengan semangat milenium baru.

Kami makin senang saat kekhawatiran bak terjebak kemacetan panjang di jalur Gempol, Porong-Malang, tak menjadi kenyataan. Saat itu, jalan dalam keadaan sepi, lepas tengah malam. Hanya satu dua armada barang yang menemani kami menembus jalur menuju ke Kota Malang tersebut.

Udara dingin terasa menembus tulang saat kendaraan yang kami tumpangi mulai merambah Kota Arema. Rombongan kami segera mencari penginapan beberapa saat setelah melewati gerbang kota. Tempat itulah yang kami butuhkan untuk sekadar melepas lelah, sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Malang tak dapat ditolak, untung tak bisa dibendung. Itulah yang kami rasakan dini hari itu. Sebab, meski merasa beruntung bisa merasakan kesegaran udara kota di kaki Gunung Semeru tersebut, kami tak mendapatkan kamar hotel memadai. Akhir pekan itu, hampir seluruh kamar hotel telah terisi. Masih beruntung, masih ada satu kamar yang tak jauh dari Kampus Unibraw. Akhirnya, kami berlima harus berdesak-desakan di kamar itu. Meski demikian, beberapa saat kemudian, kami pun terlelap kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang.

Seperti baru sekejap, kami dibangunkan oleh kabut dan temaram sinar mentari yang menyapa. Udara dingin awal kemarau yang kami rasakan, mengembalikan kesegaran sekujur tubuh. Tentu, tak lengkap rasanya jika melalui pagi itu tanpa kenikmatan dan kehangatan secangkir kopi. Tanpa membuang waktu, kami pun berburu kopi. Ya, agak sulit memang menemukan kedai atau warung yang bersedia membukakan pintu dan mau melayani serta memenuhi hasrat hati kami.

Setelah agak lama memutari Kota Malang, dengan melewati banyak kompleks kampus yang megah, akhirnya kopi kami dapatkan. Bercengkrama menikmati kesejukan alam sambil mengenang kembali masa-masa lalu saat banyak sahabat tinggal di sana dan biasa kami sambangi, memang menyenangkan.

Memori-memori indah itulah yang coba kami gali kembali dan menjadi sebuah harta yang sangat ”mahal” dan tak mungkin kami tinggalkan. Itulah kenyamanan suasana Kota Malang yang kami dapatkan di antara desiran dingin angin pegunungan. Hari itu pun kami lalui dengan semangat baru untuk melanjutkan perjalanan.

Pagi berikutnya, saat kabut tebal masih menyelimuti kota, roda-roda kendaraan yang kami tumpangi kembali meluncur. Perlahan tapi pasti, kami mulai membelah tabir kabut yang seolah membatasi Kota Malang dan Kota Batu.

Tak lama berselang, Kota Batu pun tampak di pelupuk mata. Kota eksotik yang telah memisahkan diri dan menjadi kota agrobisnis mandiri, membuat kami semakin penasaran ingin mengetahui perkembangannya terkini. Hal itu menjadi salah satu keingintahuan yang harus dipenuhi. Terlebih, selain ada Jatim Park II yang masih dalam tahap pembangunan, Kota Batu juga memiliki tempat wisata yang tak kalah menarik, Sarangan.

Lama tak menyambangi daerah itu membuat kami agak lupa jalan menuju ke tempat-tempat eksotik tersebut. Terlebih Kota Batu telah berkembang menjadi kota asri dengan berbagai tambahan dan ornamen di sana-sini. Tak urung, kami sempat tersesat dan harus berputar-putar dahulu untuk bisa menemukan Sarangan.

Kabut tebal mulai menipis. Itu semakin memudahkan kami. Meski demikian, agak siang kami baru bisa menemukan tempat wisata Sarangan. Rasa takjub mendera saat mengetahui perubahan penataan tempat wisata tersebut.

Sarangan makin menarik, tertata rapi, dan tambah menawan. Tak sia-sia kami merogoh kocek lebih untuk masuk ke tempat tersebut. Pintu masuk di ketinggian dan jalanan menurun menuju tempat parkir, membuat panorama indah dan kontur jelas Sarangan terpampang di depan mata.

Tempat itu menyajikan berbagai pilihan hiburan bagi kami. Kolam renang, atraksi perahu, berkuda keliling kompleks, menyaksikan koleksi ikan air tawar berbagai jenis, berbelanja buah dan bunga, atau sekadar nongkrong menikmati suasana kawasan wisata pegunungan, bisa kita pilih.

Bagai segerombolan ABG narsis, kami pun tak lupa jeprat-jepret untuk mengabadikan momen nostalgia bersama di tempat tersebut. Terlebih, suasana dan tempat yang tersedia begitu menjanjikan bagi sebuah kenangan yang begitu dalam.

Jangan Lupakan Buah dan Bunga

Tak lengkap rasanya jika pergi berlibur ke suatu daerah dan pulang tanpa membawa buah tangan. Paling tidak, kekecewaan akan menghinggapi si buah hati yang sabar menanti di rumah. Karena itu, setelah puas menelanjangi keindahan alam Sarangan, pasar bunga dan buah yang ada di kompleks wisata tersebut menjadi tujuan kami.

Saat langkah-langkah kaki semakin mendekati blok kios-kios penjualan bunga, hati kami semakin terpikat. Stan-stan bunga ditata sedemikian rupa menjadi semakin artistik. Atap tembus sinar dan bentuk pilar maupun plafon penyangganya yang ditata sedemikian rupa membuat bunga-bunga yang ditawarkan di tempat tersebut semakin terlihat indah. Terlebih lagi, berbagai jenis dan varietas bebungaan terdapat di sana seperti kaktus, Aglonema, Anthorium, maupun kembang hias lain.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi dari yang paling murah dan bisa dijangkau oleh kocek seluruh pengunjung hingga yang mahal dan hanya bisa dikoleksi orang-orang tertentu. Para penjaja bunga yang ramah dan dengan sabar melayani dan mau menjawab untuk memenuhi keingintahuan pengunjung, membuat kami semakin betah. Beberapa bunga pun kami pilih. Lumayan sebagai penghias halaman rumah. Apalagi, bunga-bunga itu sangat indah.

Ada anggapan yang mengatakan, kita belum ke Malang jika tidak mencicipi kelezatan apel malang. Karena itu, setelah berbelanja bunga, kaki kami pun melangkah ke kios-kios yang menyediakan apel hasil perkebunan setempat. Tidak hanya varietas asli setempat, melainkan juga varietas luar yang ditanam di tempat tersebut. Kembali kami bertemu dengan para penjaja apel yang bersahabat. Mereka tak segan untuk menyediakan sampel dagangannya sehingga pengunjung tidak akan kecewa saat membeli nanti

Begitu juga dengan kami. Beberapa apel berbagai macam pun bisa kami cicipi. Akhirnya pilihan kami pun tertambat pada apel Malang yang berwarna hijau kekuningkuningan pertanda buah ranum agak masak. Saat harus membayar pun kami pun bertambah senang. Sebab harga apel yang dijajakan di tempat wisata tersebut, benar-benar jauh lebih murah daripada jika kita membeli di tempat lainnya.

Puas berbelanja, tak lupa kami singgah ke kafe-kafe yang tersedia di pinggir kolam renang. Kehangatan kopi yang kami teguk, benar-benar bisa mengusir udara dingin Sarangan yang mulai menyergap. Bincang-bincang dengan rekan di sana sungguh sangat mengasyikkan. Hampir lupa waktu. Saat itu, hari pun beranjak sore. Karena itu, kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menyusuri jalanan pada jalur Jatim-Jateng. Namun jalur yang kami pilih bukan lagi jalur pantai utura melainkan jalur tengah, Batu Malang via Kediri, Sragen dan kembali ke pulang dengan hati riang.

sumber: kaskus.us

Friday, July 29, 2011

5 Tempat Wisata 'Drama Korea' yang Wajib Dikunjungi

Untuk para pecinta drama Korea, Korea Selatan jadi tempat wisata impian. Berikut ini lima tempat yang wajib dikunjungi jika Anda ingin melihat langsung lokasi syuting serial drama favorit Anda.

1. Nami Island


Penggemar Winter Sonata, wajib datang ke Nami Island. Pulau ini berada di kawasan Chuncheon, Gangwon-do. Jika tak mau susah untuk mencapai pulau ini ada tur bus yang berangkat dari Insadong, Seoul, pada pukul 09.30 dan kembali pukul 16.00. Harga tiket busnya PP 15 ribu Won atau sekitar Rp 120 ribu.

Untuk masuk ke pulau ini, pengunjung harus membayar tiket seharga 10 ribu Won. Namun untuk turis asing mendapat diskon menjadi 8 ribu Won atau sekitar Rp 64 ribu.

Di pulau ini, Anda bisa melihat langsung di mana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon, dua pemeran utama Winter Sonata, saling memadu kasih. Misalnya saja hutan tempat mereka berjalan-jalan. Pemandangan di tempat ini memang sungguh romantis.

2. GyeongGi-Do

Daejanggeum Theme Park berada di wilayah GyeongGi-Do dan merupakan theme park pertama yang dibangun untuk sebuah serial drama. Penggemar setia serial Jewel in the Palace wajib datang ke tempat ini.

Di kawasan wisata ini, pengunjung bisa berfoto di berbagai lokasi syuting Jewel in The Palace, mencicipi makanan ala kerajaan dan melihat properti-properti syuting. Pengunjung pun bisa berfoto dengan atribut kerajaan.


Harga tiket masuk tempat ini adalah 5 ribu Won (dewasa). Untuk mencapai Daejanggeum Theme Park, Anda bisa naik subway line satu dari stasiun Yangju dan turun di MBC Yangjoo Culture Valley.


3. Lotte World


Anda penggemar serial Meteor Garden-nya Korea yaitu 'Boys Before Flowers' (BBF)? Coba datang ke Lotte World. Kompleks belanja dan wisata terbesar di Seoul ini merupakan salah satu lokasi syuting serial yang dibintangi Lee Min Ho itu.

Syuting BBF tempatnya berlangsung di Lotte Hotel World. Di sana merupakan lokasi syuting ketika Ji-Hoo (Kim Hyun-Joong) mengadakan pesta selamat datang untuk kekasihnya, Min Seo-hyeon.

Selain bisa melihat lokasi syuting serial favorit Anda, di tempat ini Anda pun bisa berbelanja. Ada juga pusat hiburan ala
Disneyland di sini. O'ya, tempat ice skating yang ada di Lotte World ini juga merupakan salah satu lokasi syuting serial 'Stairway to Heaven'.

Untuk mencapai Lotte World, Anda bisa menggunakan subway line dua dan turun di stasiun Jamsil.


4. N Seoul Tower


N Seoul Tower terletak di puncak Gunung Namsan, Seoul. Ada dua serial terkenal yang lokasi syutingnya di sini yaitu Boys Before Flowers dan Princess Hours.

Di menara yang dibangun sejak 1969 itu, pengunjung bisa melihat lokasi syuting saat Gu Jun-pyo (Lee Min Ho) menunggu Jan-di. Saat itu Jun-pyo berkencan dengan Jan-di namun akhirnya terjebak di gondola dalam perjalanan menuju N Seoul Tower.

Sedangkan untuk Princess Hours, di sinilah ada Teddy Bear Museum. Museum tersebut merupakan lokasi syuting adegan Chae-gyeong jalan-jalan bersama nenek sang calon raja Lee Shin.

Tertarik ke sini? Jika ingin mengunjungi Teddy Bear Museum saja, Anda harus membayar tiket 8 ribu Won. Namun jika mau masuk ke N Seoul Tower, tiketnya menjadi 14 ribu Won.

Untuk menuju ke tempat ini ada beberapa cara, pertama dengan menggunakan Seoul City Tour Bus yang berkeliling setiap 30 menit. Kedua dengan naik sub way dari line tiga atau empat dan turun di stasiun Chungmuro. Lalu Anda keluar melalui no. 2 dan naiklah Namsan Shuttle Bus yang ada di depan Daehan cinema.

Ingin mencoba pengalaman perjalanan lainnya? Anda juga bisa naik cable car untuk menuju N Seoul Tower. Untuk naik cable car, Anda bisa naik subway line empat dan turun di Myeongdong exit 3. Lalu jalan hingga Hotel Pacific selama kurang lebih 10 menut untuk sampai ke stasiun cable car.


5. Myeongdong


Myeongdong merupakan lokasi favorit turis yang ke Seoul. Di tempat ini ada banyak tempat belanja mulai dari brand lokal hingga brand internasional seperti H&M, GAP dan Uniqlo.

Outlet kosmetik Korea yang terkenal seperti Etude dan Face Shop juga tersebar di sini. Berbagai restoran fast food internasional seperti McDonald dan KFC bisa ditemukan di Myeongdong.

Tak hanya itu, di Myeongdong pun Anda bisa melihat lokasi syuting dua serial drama yaitu Princess Hours dan Boys Before Flowers. Untuk Princess Hours, di sinilah Lee Shin dan Chae-gyeong berciuman. Sedangkan Boys Before Flowers, ada restoran yang menjadi lokasi syuting di sini yaitu The Farmer's Table.

Myeongdong dapat dicapai dengan subway line 4 warna biru dan turun di Stasiun Myengdong.

(eny/hst)
(Eny Kartikawati / adt)
sumber : detik travel